PERTEMUAN BUKAN SUATU KEBETULAN
Assalamu’alaikum…
Aku si gadis kecil yang insyaa Allah selalu ceria ini mencoba untuk bercerita sedikit tentang apa yang aku dapatkan di hari sabtu lalu, yaitu tanggal 9 September 2017 (9/9/17). Santai aja ya baca nya Tak perlu tegang, ini bukan cerita horror apalagi tentang jodoh, kok 😊
Masih dengan aktivitas positif di hari libur, kami para Beswan Baituzzakah Pertamina mengadakan seminar mengenai CV Writing and Interview Skills yang bertempat di Gedung Ki Hajar Dewantara Universitas Negeri Jakarta. Pengalaman ini sangat mengesankan untuk ku, sampai aku bingung hal apa yang harus aku ceritakan lebih dahulu. Apakah tentang keseruan pemateri dalam menyampaikan ilmu-ilmu nya kepada kami, tentang aku yang kali pertama ini menjadi pengurus bagian konsumsi, atau tentang aku yang deg-deg an dipanggung karena ini merupakan pengalaman pertama pula menyanyi di panggung dan di depan para beswan BAZMA ? ☹
Baiklah, mungkin lebih baik sesuai step by step nya saja ya. Ini adalah hal yang dipersiapkan sebelum acara berlangsung. Iya betul, tentang pengalaman pertama ku menjadi bagian pengurus konsumsi, lebih tepatnya snack. Ya, ketika aku yakin saja dengan sesuatu yang ingin aku kerjakan. Insyaaa Allah semua akan berjalan dengan mudah dan sesuai rencana atas pertolongan Allah. Aku belajar bagaimana mempersiapkan hal itu. Untung saja, tak berapa lama sebelum aku di amanat kan mengurus bagian snack ini, aku mengantarkan paman ku yang biasa ku panggil “uwa” ke sebuah tempat pengobatan alternatif di daerah kalimalang. Beliau sakit di bagian persendian, pinggang, dan ada benjolan-benjolan kelenjar di bagian tangannya. Karena aku tau tempat pengobatan tersebut dan itu pun juga bersumber dari orang lain, maka aku coba mengantarkannya. Singkat cerita, sesampainya disana. Sambil menunggu pengobatan berlangsung aku ingin membeli cemilan karena mengingat perutku ini belum diisi apapun dan mulai terasa sakit. Ya berawal dari itulah aku tahu bahwa makanan cemilan ditempat itu enak dan bisa dijadikan rekomendasi untuk menu snack acara. Selain rasa yang enak, ukuran kue nya pun sesuai dan harga yang cukup bersahabat. Hal itu yang membuat ku tertarik dan mengambil keputusan untuk memesannya. Alhamdulillah pengantaran snack nya pun sampai tepat waktu. Tapi sedikit disayangkan, ku kira mas yang mengantar snack itu ada 3 orang, ternyata hanya 1 dan hal tersebut yang membuat ku harus mengangkat kantong-kantong yang berisi sekitar 15 box snack/perkantong itu sampai ke gedung Ki Hajar Dewantar karena mobil pengantar snack tidak bisa masuk kedalam dan hanya bisa sampai gerbang. Untunglah ada kawan ku sesama pengurus konsumsi sudah datang, hanya saja ia menangani bagian makan siang, yaitu Cici. Ia membantuku untuk mengangkat kantong-kantong yang berisi snack itu sampai di gedung. Terimakasih Cici. Alhamdulillah, tetapi pada akhirnya aku tersenyum bahagia karena semua yang mencicipi mengatakan rasa yang sama, yaitu “enak”. Disitulah perasaan ku menjadi lega. Selanjutnya, tentang keseruan Pemateri yang selalu bersemangat dan menyempatkan waktu untuk sharing ilmu kepada kami para beswan BAZMA. Antusias kami yang begitu luar biasa, karena pada kesempatan ini Pak Yudo kembali hadir menemani kami dan tidak kalah pentingnya yaitu Mba Pri yang memberikan paparan yang begitu apik dengan pembawaan yang sangat friendly membuat mata kami ini tidak berhenti berkedip untuk melihat dan mendengarkan apa yang disampaikan beliau. Begitu luar biasa dan sangat memberikan manfaat serta inspirasi kepada kami semua. Perlu diingat bahwa kesuksesan tidak lepas dari pertolongan atas kebaikan-kebaikan yang pernah kita lakukan, iya betul tanpa disadari. Yakin atau tidak, tapi itulah yang terjadi. Kemudian untuk membuat kita semakin kuat, memulai nya dari nol adalah sesuatu yang berharga, karena berawal dari kekurangan hingga akhirnya kita berjuang untuk bisa menghasilkan sesuatu yang lebih baik lagi merupakan kekuatan tersendiri. Meskipun melewati fase-fase masa sulit itu sungguh berat dan mungkin menyakitkan, Tetapi perjuangan memang tidak pernah mengkhianati hasil. Kemudian yang terakhir adalah tentang rasa deg-deg an di panggung. Aku dan Kak Nina yang pada waktu itu mencoba untuk menghibur para beswan BAZMA dengan berusaha memberikan yang terbaik. Ya tetapi apalah daya walaupun kegugupan atau rasa deg-deg an menjadi hal yang biasa pada saat menghadapi panggung, tetap saja rasa itu sangat mengganggu. Sudah ku coba netralisir dengan meminum air putih, tapi tetap saja. Ya… kami bukanlah Raisa dan Isyana. Semoga cerita singkat ini bisa memberikan manfaat bagi pembacanya, khususnya bagi saya sendiri. Bahwa pertemuan itu bukanlah sebuah kebetulan, melainkan semua ada hikmah nya yang baru akan kita sadari setelah kita melewati prosesnya. Wassalamualaikum…..
Aku si gadis kecil yang insyaa Allah selalu ceria ini mencoba untuk bercerita sedikit tentang apa yang aku dapatkan di hari sabtu lalu, yaitu tanggal 9 September 2017 (9/9/17). Santai aja ya baca nya Tak perlu tegang, ini bukan cerita horror apalagi tentang jodoh, kok 😊
Masih dengan aktivitas positif di hari libur, kami para Beswan Baituzzakah Pertamina mengadakan seminar mengenai CV Writing and Interview Skills yang bertempat di Gedung Ki Hajar Dewantara Universitas Negeri Jakarta. Pengalaman ini sangat mengesankan untuk ku, sampai aku bingung hal apa yang harus aku ceritakan lebih dahulu. Apakah tentang keseruan pemateri dalam menyampaikan ilmu-ilmu nya kepada kami, tentang aku yang kali pertama ini menjadi pengurus bagian konsumsi, atau tentang aku yang deg-deg an dipanggung karena ini merupakan pengalaman pertama pula menyanyi di panggung dan di depan para beswan BAZMA ? ☹
Baiklah, mungkin lebih baik sesuai step by step nya saja ya. Ini adalah hal yang dipersiapkan sebelum acara berlangsung. Iya betul, tentang pengalaman pertama ku menjadi bagian pengurus konsumsi, lebih tepatnya snack. Ya, ketika aku yakin saja dengan sesuatu yang ingin aku kerjakan. Insyaaa Allah semua akan berjalan dengan mudah dan sesuai rencana atas pertolongan Allah. Aku belajar bagaimana mempersiapkan hal itu. Untung saja, tak berapa lama sebelum aku di amanat kan mengurus bagian snack ini, aku mengantarkan paman ku yang biasa ku panggil “uwa” ke sebuah tempat pengobatan alternatif di daerah kalimalang. Beliau sakit di bagian persendian, pinggang, dan ada benjolan-benjolan kelenjar di bagian tangannya. Karena aku tau tempat pengobatan tersebut dan itu pun juga bersumber dari orang lain, maka aku coba mengantarkannya. Singkat cerita, sesampainya disana. Sambil menunggu pengobatan berlangsung aku ingin membeli cemilan karena mengingat perutku ini belum diisi apapun dan mulai terasa sakit. Ya berawal dari itulah aku tahu bahwa makanan cemilan ditempat itu enak dan bisa dijadikan rekomendasi untuk menu snack acara. Selain rasa yang enak, ukuran kue nya pun sesuai dan harga yang cukup bersahabat. Hal itu yang membuat ku tertarik dan mengambil keputusan untuk memesannya. Alhamdulillah pengantaran snack nya pun sampai tepat waktu. Tapi sedikit disayangkan, ku kira mas yang mengantar snack itu ada 3 orang, ternyata hanya 1 dan hal tersebut yang membuat ku harus mengangkat kantong-kantong yang berisi sekitar 15 box snack/perkantong itu sampai ke gedung Ki Hajar Dewantar karena mobil pengantar snack tidak bisa masuk kedalam dan hanya bisa sampai gerbang. Untunglah ada kawan ku sesama pengurus konsumsi sudah datang, hanya saja ia menangani bagian makan siang, yaitu Cici. Ia membantuku untuk mengangkat kantong-kantong yang berisi snack itu sampai di gedung. Terimakasih Cici. Alhamdulillah, tetapi pada akhirnya aku tersenyum bahagia karena semua yang mencicipi mengatakan rasa yang sama, yaitu “enak”. Disitulah perasaan ku menjadi lega. Selanjutnya, tentang keseruan Pemateri yang selalu bersemangat dan menyempatkan waktu untuk sharing ilmu kepada kami para beswan BAZMA. Antusias kami yang begitu luar biasa, karena pada kesempatan ini Pak Yudo kembali hadir menemani kami dan tidak kalah pentingnya yaitu Mba Pri yang memberikan paparan yang begitu apik dengan pembawaan yang sangat friendly membuat mata kami ini tidak berhenti berkedip untuk melihat dan mendengarkan apa yang disampaikan beliau. Begitu luar biasa dan sangat memberikan manfaat serta inspirasi kepada kami semua. Perlu diingat bahwa kesuksesan tidak lepas dari pertolongan atas kebaikan-kebaikan yang pernah kita lakukan, iya betul tanpa disadari. Yakin atau tidak, tapi itulah yang terjadi. Kemudian untuk membuat kita semakin kuat, memulai nya dari nol adalah sesuatu yang berharga, karena berawal dari kekurangan hingga akhirnya kita berjuang untuk bisa menghasilkan sesuatu yang lebih baik lagi merupakan kekuatan tersendiri. Meskipun melewati fase-fase masa sulit itu sungguh berat dan mungkin menyakitkan, Tetapi perjuangan memang tidak pernah mengkhianati hasil. Kemudian yang terakhir adalah tentang rasa deg-deg an di panggung. Aku dan Kak Nina yang pada waktu itu mencoba untuk menghibur para beswan BAZMA dengan berusaha memberikan yang terbaik. Ya tetapi apalah daya walaupun kegugupan atau rasa deg-deg an menjadi hal yang biasa pada saat menghadapi panggung, tetap saja rasa itu sangat mengganggu. Sudah ku coba netralisir dengan meminum air putih, tapi tetap saja. Ya… kami bukanlah Raisa dan Isyana. Semoga cerita singkat ini bisa memberikan manfaat bagi pembacanya, khususnya bagi saya sendiri. Bahwa pertemuan itu bukanlah sebuah kebetulan, melainkan semua ada hikmah nya yang baru akan kita sadari setelah kita melewati prosesnya. Wassalamualaikum…..
Komentar
Posting Komentar